Archive | Pemasaran RSS feed for this section

Rumah Dijual 2

12 Oct

Rumah bertipe 36/72 (lokasi pilihan).

HARGA
Cash : Rp. 245.000.000 (nego).

LOKASI
Graha Kartika Pratama Cibinong.

LETAK

  • Terletak 50 m dari jalan utama Kab. Bogor dan 700 m dari Pemda Kab. Bogor.
  • 7 menit dari Stasiun Kereta Bojong Gede dan 10 menit dari Tol Jagorawi.

SPESIFIKASI

  • Bangunan 36 m2 dengan luas tanah 72 m2.
  • Bangunan berada 2 m di atas permukaan tanah (aspal), menyerupai villa.
  • Memiliki 2 buah kamar tidur, 1 buah kamar mandi, dapur, dan carport.
  • Pondasi : Batu Kali.
  • Lantai : Keramik Setara  KIA.
  • Dinding : Bata Merah Jumbo, Emultion Paint Setara Mowlex.
  • Platfond : Gypsum rangka Hollow, Emultion Paint Setara Vinilex.
  • Atap : Rangka Atap Baja Ringan, Genteng Press Beton.
  • Kusen : Kayu Solid Kelas Satu.
  • Pintu : – Utama : Panel Kayu Solid Kelas Satu, Dalam : Double Plywood Rangka Solid.
  • Jendela : Kayu Solid Kelas Satu.
  • Sanitary : Closet Duduk Setara KIA (with Flusher), Shower, Jet Spray.
  • ME : Instalasi Air : Pipa PVC Setara Wavin by PDAM, Electrical : 1300 watt by PLN.

KETERANGAN

  • Komplek ini sudah dihuni lebih dari 1000 kk.
  • Sertifikat sudah SHM (Sertifikat Hak Milik).
  • Tanpa perantara.
  • Hubungi : 081510022112 (Bu Ginting)

<<< Rumah Dijual 1

Advertisements

Rumah Dijual 1

12 Oct

Rumah bertipe 45/96 (lokasi pilihan).

HARGA
Cash : Rp. 375.000.000 (nego).

LOKASI
Graha Kartika Pratama Cibinong.

LETAK

  • Terletak 100 m dari jalan utama Kab. Bogor dan 700 m dari Pemda Kab. Bogor.
  • 7 menit dari Stasiun Kereta Bojong Gede dan 10 menit dari Tol Jagorawi.
  • Berada di jalan utama komplek selebar 16 m.
  • Berhadapan langsung dengan masjid dan sekolah SMA.
  • Sangat menguntungkan untuk membuka usaha.


SPESIFIKASI

  • Bangunan 45 m2 dengan luas tanah 96 m2.
  • Memiliki 2 buah kamar tidur, 1 buah kamar mandi, dapur, dan carport.
  • Pondasi : Batu Kali.
  • Lantai : Keramik Setara  KIA.
  • Dinding : Bata Merah Jumbo, Emultion Paint Setara Mowlex.
  • Platfond : Gypsum rangka Hollow, Emultion Paint Setara Vinilex.
  • Atap : Rangka Atap Baja Ringan, Genteng Press Beton.
  • Kusen : Kayu Solid Kelas Satu.
  • Pintu : – Utama : Panel Kayu Solid Kelas Satu, Dalam : Double Plywood Rangka Solid.
  • Jendela : Kayu Solid Kelas Satu.
  • Sanitary : Closet Duduk Setara KIA (with Flusher), Shower, Jet Spray.
  • ME : Instalasi Air : Pipa PVC Setara Wavin by PDAM, Electrical : 1300 watt by PLN.

KETERANGAN

  • Komplek ini sudah dihuni lebih dari 1000 kk.
  • Sertifikat sudah SHM (Sertifikat Hak Milik).
  • Tanpa perantara.
  • Hubungi : 081510022112 (Bu Ginting)

Rumah Dijual 2  >>>

Persepsi

28 Mar

Defenisi Persepsi

Persepsi didefenisikan sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Proses ini dapat dijelaskan sebagai “bagaimana kita melihat dunia yang terdapat di sekeliling kita.”  ( Schiffman dan Kanuk : 2000: 136 )”

Menurut J. Setiadi (2003:160) , persepsi adalah proses bagaimana stimuli – stimuli ( rangsangan – rangsangan ) itu diseleksi, diorganisasikan, dan di interpretasikan.

Kotler dan Keller (2007:228) mengatakan  persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasikan masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti.

Seseorang yang mendapat suatu stimulus  atau  rangsangan  akan siap untuk melakukan sesuatu. Bagaimana orang tersebut melakukannya dipengaruhi oleh persepsi orang tersebut terhadap sesuatu. Dua orang yang mendapat rangsangan yang sama dalam situasi yang obyektif mungkin bertindak lain kerena mereka memandang situasi dengan cara yang berbeda. Hampir semua kejadian di dunia ini penuh dengan rangsangan, suatu rangsangan adalah sebuah input yang merangsang satu atau lebih dari lima panca indera : penglihatan, penciuman, rasa, sentuhan, dan pendengaran.

Orang tidak mampu  menerima seluruh rangsangan yang terdapat di lingkungan mereka. Oleh karena itu, mereka menggunakan keterbukaan yang selektif untuk menentukan mana rangsangan yang harus diperhatikan dan mana yang harus diabaikan. Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi, pengertian sensasi adalah aktivitas merasakan atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Sensasi dapat didefinisikan juga sebagai tanggapan yang cepat dari indera penerima kita terhadap stimuli dasar seperti cahaya, warna, dan suara.

Sensasi itu sendiri, tergantung pada perubahan energi (yaitu perbedaan masukan). Suatu lingkungan yang benar-benar tidak menarik atau tidak berubah, tanpa memperhatikan kekuatan masukan panca indera, hanya sedikit atau sama sekali tidak memberikan sensasi.Jadi, seseorang yang tinggal di jalan raya yang sibuk di tengak kota Jakarta mungkin hanya sedikit menerima sensasi dan masukan stimuli yang ramai seperti klakson yang keras, karen bunyi tersebut sudah terbiasa di lingkungan itu. Jika panca indera berkurang, kemampuan untuk mengetahui perubahan masukan atau intensitas akan meningkat, sampau titik di mana seseorang mencapai kepekaan maksimum dalam situasi simuli yang minimum. Hal -hal inilah yang dapat mempengaruhi timbulnya persepsi.

.

Proses Persepsi

Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat – sifat rangsangan fisik tetapi juga pada hubungan antara rangsangan dengan lingkungan dan individu. Seseorang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek

yang sama karena tiga proses persepsi : perhatian yang selektif, distorsi selektif, dan ingatan selektif.

  1. Perhat ian selektif adalah kecenderungan bagi manusia untuk menyaring sebagian besar informasi yang mereka hadapi, berarti bahwa pemasar harus bekerja cukup keras untuk menarik perhatian konsumen. Tantangan yang sesungguhnya adalah menjelaskan rangsangan mana yang akan diperhatikan orang.
  2. Distorsi selektif ; Rangsangan yang telah mendapatkan perhatian bahkan tidak selalu muncul di pikiran orang persis seperti yang diinginkan oleh pengirimnya. Distorsi selektif adalah kecenderungan menafsirkan informasi sehingga sesuai dengan pra-konsepsi kita. Konsumen akan sering memelintir informasi sehingga menjadi konsisten dengan keyakinan awal mereka atas merek dan produk.

Ingatan selektif; Orang akan melupakan banyak hal yang mereka pelajari, tapi cenderung mengingat informasi yang mendukung pandangan dan keyakinan mereka. Karena adanya ingatan selektif, kita cenderung mengingat hal – hal baik yang disebutkan tentang produk yang kita sukai dan melupakan hal – hal baik yang disebutkan tentang produk pesaing. Ingatan selektif menjelaskan mengapa para pemasar menggunakan drama dan pengulangan dalam mengirimkan pesan ke pasar sasaran mereka untuk memastikan bahwa pesan mereka tidak diremehkan.

.

Pengelompokkan  Persepsi

Orang tidak menerima berbagai stimuli yang mereka pilih dan lingkungan sebagai sensasi yang terpisah dan berbeda; sebaliknya, mereka cenderung mengelompokkannya menjadi kelompok-kelompok dan merasakannya sebagai suatu keseluruhan. Dengan demikian karakteristik stimulous yang dirasakan bahkan yang paling sederhana dipandang sebagi fungsi dari satuu keseluruhan di mana stimulus tersebut menjadi bagian darinya. Cara pengorgaisasian berdasarkana persepsi ini sangat mempermudah  kehidupan bagi individu.

Prinsip – prinsip khusus yang mendasari pengelompokkan persepsi ini seringkali disebut dengan nama yang diberikan aliran psikologi yang pertama mengembangkannya: psikologi Gestalt. (Gestalt, dalam bahasa Jerman, berarti pola atau konfigurasi). Tiga diantara paling dasar mengenaii pengelompokkan persepsi adalah figur dan dasar, pengelompokkan, dan pengakhiran.

1.  Figur dan dasar

Orang mempunyai kecenderungan untuk mengorganisasikan persepsi mereka ke dalam hubungan figur dan dasar. Ilustrasi visual yang paling sederhana yang terdiri dari suatu figur atas suatu dasar (yaitu latar belakang). Figur tersebut dianggap lebih jelas karena berbeda dengan dasarnya, kelihatan lebih baik, solid, danmenjadi latar belakang. Dasar biasanya dianggap sebagai tidak tentu, tidak jelas, dan berkesinambungan.

2.  Pengelompokkan

Individu cenderung mengelompokkan stimuli sehingga stimuli membentuk gambar atau kesan yang menyatu. Persepsi mengenali stimuli sebagai kelompok – kelompok atau potongan – potongan informasi, daripada sebagai kepingan – kepingan kecil informasi yang berlainan, mempermudah ingatan mereka maupun untuk mengingatkannya kembali.

3.   Penyelesaian

Para individu mempunyai kebutuhan untuk memperoleh peyelesaian. Mereka menyatakan kebutuhan ini dengan mengorganisasikan persepsinya sehingga mereka membentuk gambar yang lengkap. Walaupun pola stimuli yang mereka terima tidak lengkap, namun mereka cenderung merasakannya sebagai lengkap; yaitu, mereka secara sadar atau bawah sadar mengisi potongan – potongan yang hilang. Jadi, sebuah lingkaran yang bagian pinggirnya hilang akan dirasakan sebagi sebuah lingkaran, bukan bagian dari lingkungan.

Sumber:

Wahyuni, Dewi. Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “Honda” di Kawasan Surabaya Barat. Peer-reviewed scientific e-journal: UK Petra.

Leon G.Schiffman dan Leslie Lazar Kanuk, Perilaku Konsumen, 2004, Jakarta:Gramedia

KONSEP MARKETING di INTERNET

8 Mar

Pemasaran atau lebih dikenal dengan istilah marketing memiliki arti yang jelas bagi sebuah organisasi berorientai profit. Tujuannya adalah untuk menciptakan kebutuhan (demand creationn) di dalam pasar (market) agar terciptalah proses pertukaran barang dam jasa antara perusahaan dan pelanggan (transaksi jual-beli). Proses ini dapat berjalan efektif jika perusahaan membangun dan mengembangkan strategi pemasarannya. Untuk itu, ada 2 hal yang harus menjadi fokus perusahaan, yaitu:

1. Aktivitas komunikasi (communication task)

Perusahaan harus bisa mengetahui cara yang tepat untuk mengkomunikasikan dirinya, terutama berkaitan terhadap produk barang dan jasa yang diciptakan dan akan ditawarkan kepada pasar atau masyarakat. Selain itu ada hal lain yang berkaitan seperti informasu tentang produk, promosi, harga, kemasan, tempat pembelian, potongan harga, dsb. TUjuan dari aktivitas ini adalah untuk mem[engaruhi masyarakat agar tertarik untuk membeli produk maupun jasa yang ditawarkan.

2. Aktivitas operasional (operating task)

Aktivitas ini bertujuan untuk membentuk suatu lingkungan yang kondusif agar proses transaksi jual beli antara pelanggan dengan perusahaan dapat berjalan dengan mudah dan lancar, seperti yang dijanjikan pada aktivitas komunikasi. Target dari aktiviitas ini adalah untuk membuat para pelanggan merasa puas dengan pelayanan dari perusahaan ketika melakukan transaksi jual-beli

Di internet, ada terdapat beberapa perbedaan strategi yang harus dimengerti oleh praktisi manajemen dalam melakukan aktivitas marketing karena adanya karakteristik khusus yang tidak dikenal di dunia nyata. Dengan masih berpegang dengan 2 prindip di atas, maka secara tidak langsung ada 8 aspek yang harus diperhatikan di dalam marketing di internet.

a. Buying —  meyakinkan bahwa cukup tersedia jumlah produk yang ditawarkan kepada masyarakat agar jika sewaktu-waktu ingin dibeli mereka pasti akan mendapatkan produk tersebut. Contohnya: Pelanggan yang berasal dari berbagai daerah yang melakukan pemesanan atau pembelian produk melalui website perusahaan.

b. Selling — menggunakan berbagai media semacam iklan, radio, televisi, maupunmulut ke mulut (personal selling) untuk mempromosikan produk secara langsung kepada pelanggan. Contoh: ada pelanggan yang tidak potensial dalam mengenal internet sehingga harus menggunakan promosi lain yang murah dan efektif.

c. Transporting — memindahkan produk ke tempat-tempat yang mudah diakses oleh pelanggan, misalnya: calon pembeli yang berada di daerah terpencil diman perusahaan yang bersangkutan tidak memiliki mitra bisnis untuk mengirimkan produknya.

d. Storing —  menyimpan produk yang ada dengan baik sehingga tidak terjadi kerusakan ketika berada di tangan pelanggan, misalnya produk-produk digitalisasikan akan mempengaruhi proses pembelian (terutama aktivitas download) yang dapat dilakukan dengan mudaj dan cepat.

e. Standardization dan Grading — menjaga agar keseluruhan produk selalu sesuai dengan kualitas yang dijanjikan, terutama yang berkaitan dengan ukuran, berat, warna, dan variabel-variabel lainnya, misalnya: pelanggan yang memilih sendiri karakteristik produk yang diinginkan melalui website (dikenal dengan teori “keikutsertaan pelanggan pada proses produksi”).

f. Financing — memberikan kemudahan pembayaran bagi mereka yang menginginkan produk tersebut, misalnya letak geografis yang berjauhan antara pelanggan dan perusahan terkait, maka pembayaran harus bisa dilakukan dengan metode yang mudah seperti menggunakan kartu kredit atau cek pribadi.

g. Risk Tasking — meyakinkan kepada calon pembeli akan kecilnya resiko yang dapat menghambat kegiatan jual beli antara mereka dengan pihak perusahaan, misalnya: perusahaan harus memiliki server dan jaringan yang aman untuk melakukan transaksi pembayaran, sehinggan seorang pembeli merasa aman memberikan nomor kartu kreditnya melalui internet.

h. Information Gathering — mengumpulkan informasi mengenai pelanggan maupun parapesaing bisnis agar perusahaan dapat selalu memperbaiki strategi marketing-nya, misalkan dengan memberikan fasilitas cookies, sehingga perusahaan dapat mengerti dan mempelajari perilaku pelanggan.

Di dunia maya, internet memungkinkan adanya hubungan langsung antara perusahaan denganpelanggannya karena adanya konsep lingkungan pasar terbuka dan perdagangan bebas. Interaksi ini dapat dilakukan dengan website, email, cookies, mailing list, komunitas, dan newsgroup. Dengan cara tersebut, marketer dapat mempelajari keseluruhan data dan informasu yang mengalir antara perusahaan dengan pelanggannya sehingga dapat dibangunn sebuah strategi marketing yang jitu.

Namun di dalam dunia nyata, marketing menganut model one-to-many (satu kanal marketing menghubungkan perusaahaan dengan masyarakat), internet adalah tempat dimana model komunikasu many-to-many secara mudah dan alamai terjadi.

Seorang pelanggan  memiliki pilihan untuk dapat berhubungan denganperusahaan, perantara, mitra bisnis atau dengan pelanggan lainnya secara langsung melalui berbagai medium yang tersedia. Kalau dapat disadari yang menjadi kunci suksesnya adalah bagaimana perusahaan dapat mengelola content dalam website tempat komunikasi itu dilakukan, karena di dalam dunia maya sebuah perusahaan direpresentasikan oleh sebuah website.

Dengan kata lain, seorang marketer yang baik akan memperhatikan desain website perusahaannya agar efektif dalam pemggunaannya terutama berkaitan dengan hubungan interaksi dengan para pelanggan maupun calon pelanggannya.

Sumber :  Gado-gado IT  edisi 007/Tahun II/ 2010 (Prof. Dr.Ir. Richardus Eko Indrajit. M.Sc.,M.B.A

Teknik Desain Web

5 Mar

Dalam mendesign suatu web dengan baik, sebaiknya dilakukan dengan memegang prinsip kesederhanaan dan membuatnya dapat cepat diakses. Hal ini sangat mempenaruhi minat pengunjung untuk membuka web tersebut. Kriteria-krteria minimal yang harus dapat dipenuhi oleh suatu web adalah memiliki isi yang menarik, tampilan bagus, navigasinya jelas, dan kecepatan aksesnya juga tinggi.

Untuk dapat membuat suatu homepage terlihat menarik bagi para pengunjungnya, banyak hal yang dapat dilakukan. Beberapa diantaranya adalah dengan memasang buku tamu, forum online, dan kumpulan foto-foto. Homepage bisa juga diisi dengan cerita-cerita lucu, dan pengalaman yang menarik dan/atau dengan menambahkan tampilan animasi-animasi. Dan masih ada beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk membuat homepage terlihat menarik.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan dalam mendesign sebuah web adalah komposisi warna, tulisan dan gambar yang seimbang. Pemilihan warna harus diltakukan dengan konsisten, agar situs tersebut terlihat sebagai suatu kesatuan. Jangan terlalu banyak memilih warna dan berlebihan. Sebaiknya warna yang dipergunakan ada 3 atau 4 warna dengan komposisi yang serasi kelihatannya. Untuk mempermudah pengunjung untuk membaca teks halaman web, maka huruf(font) yang dipergunakan sebaiknya huruf-huruf standar yang sudah sering dipergunakan, seperti times new roman, arial, verdana dan helvetica.

Tidaklah mudah dalam melakukan pendesignan ini. Biasanya karena terlalu ingin membuat web kelihatan menarik dan memiliki tampilan yang bagus, pada halaman web diletakkan banyak grafik, gambar, atau fitur lainnya. Memang benar tampilannya akan bagus, tetapi hal ini akan mengurangi kecepatan akses dari halaman web tersebut. Untuk itu, dalam melakukan design web, jangan hanya memperhatikan tampilan saja. Fungsi utama dari web bukanlah untuk menampilkan hal-hal demikian, tetapi sudah pasti untuk menyampaikan informasi kepada pengunjungnya.

Penggunaan menu pada web harus dibuat dengan jelas dan tidak membingungkan pengunjungnya. Menu yang dipergunakan dapat berupa gambar atau teks. Jika menu berupa gambar, maka gambar yang dipakai harus menarik perhatian dan membuat gambar beranimasi atau menulis teks ‘klik di sini’. Hal ini untuk membuat para pengunjung dapat mengetahui bahwa gambar tersebut dapat diklik. Menu yang berupa teks sering disebut link harus diberikan warna yang berbeda sebelum dan sesudah menggunakan link tersebut.

Pengunjung akan sering melihat atau mendatangi suatu homepage yang memiliki akses yang cepat, selain homepage tersebut terlihat menarik.  Ada beberapa hal yang membuat pengaksesannya terlalu lambat, yaitu:

–  Server tempat homepage tersebut diletakkan memang sangat lambat

–  Jaringan internetnya memang sedang lambat

–  Manajemen desain homepage yang buruk, seperti ukuran file yang sangat besar dan tidak efisien, ukuran file gambar tidak optimal atau sangat besar, penggunaan animasi yang berlebihan, atau karena adanya source code java script dan style sheet yang sama pada setiap halaman.

Pendesignan yang dilakukan terhadap suatu homepage harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Kegunaan. Penentuan apa yang akan dicapai jika website ini dibuat. Ini akan sangat membantu untuk menentukan apa yang sebaiknya dikerjakan terhadap website tersebut.

2. Tujuan. Website yang dibangun juga harus memiliki suatu tujuan, apakah untuj memperoleh keuntungan, atau untuk memberikan informasi, atau bahkan keduanya.

3. Target pengunjung. Pembangunan website ini ditujukan untuk pengunjung yang bagaimana. Hal ini sudah pasti disesuaikan dengan tujuan pembuatannya.

4. Content. Isi atau content yang ingin dimasukkan ke dalam website haruslah sesuai atau mendukung tujuan dari website dan target pengunjung.

5.  Gaya. Penggunaan gaya dalam pembuatan web juga sangat berpengaruh. Gaya yang dipergunakan harus disesuaikan dengan sasaran pengunjung website ini. Misalnya, website tersebut ditujukan kepada anak-anak, maka pengaturan  warna atau designnya harus disesuaikan dengan minat anak-anak.

6. Teknologi. Teknologi yang akan dipergunakan untuk membangun website juga harus bisa ditentukan. Apakah website dibuat hanya dengan HTML saja atau berinteraksi dengan bahasa pemrograman laiinya, seperti Java, PHP, ASP, dsb.

Proses umum yang dilakukan untuk membuat web adalah:

–  Membuat sketsa desain

–  Membuat layout desain

–  Membagi gambar menjadi potongan kecil-kecil

–  Membuat animasi

–  Membuat HTML

–  Programming dan script

–  Evaluasi atau test

–  Upload HTML

–  Promosi honepage