Pengadaan

15 Apr

Pengadaan adalah proses memperoleh barang ataupun jasa dari pihak di luar organisasi. Manajemen Pengadaan adalah proses –proses yang dilakukan untuk mendapatkan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang “didukungnya”.

Tahapan Pengadaan:

1.     Perencanaan pembelanjaan dan pengadaan

Proses menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses pengadaannya.  Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh distributor kelak.

2.     Perencanaan kontrak kerja sama

Proses menggambarkan kebutuhan produk atau servis yang diperlukan, yang digambarkan dalam RFP, kriteria evaluasi dan SOW.

3.     Permintaan respon dari distributor

Proses memperoleh informasi, tanggapan, penawaran atau proposal dari penjual

4.     Memilih distributor

Proses memilih suplier yang paling potensial melalui proses analisis suplier potensial dan negosiasi.

5.     Administrasi kontrak kerja sama

Formalisasi pernyataan kerja sama.

6.     Penutupan kontrak

Proses administrasi pengadaan barang dan jasa (proyek) di atur dalam Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2006 yang merupakan perubahan terhadap kepres No.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Ringkasan dari proses yang harus dilalui dalam rangka pengadaan barang dan jasa adalah sebegai berikut :

  1. Pengumuman lelang (mininal 1 hk di surat kabar dan 7 hk di internet).
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen (mulai 1 hk setelah pengumuman).
  3. Penejalasan pengadaan barang dan jasa (4 hk setelah tanggal pengumuman).
  4. Pemasukan penawaran (minimal 2 hk setelah penawaran).
  5. Pembukaan dokumen penawaran (hari kerja terakhir pemasukan dokumen)
  6. Evaluasi dokumen penawaran (maksimal 7 hk setelah pembukaan penawaran harga)
  7. Penilaian dan pembuktian kualifikasi.
  8. Usulan calon pemenang (maksimal 7 hk setelah pembukaan penawaran harga).
  9. Penetapan pemenang.
  10. Pengumuman pemenang (maksimal 2 hk seteleh penetapan).
  11. Masa sanggah (maksimal 5 hk setelah pengumuman).
  12. Penunjukkan pemenang (surat perintah pengadaan barang dan jasa) (maksimal 6 hk setelah pengumuman).
  13. Penandatanganan kontrak (maksimal 14 hk setelah surat perintah pengadaan barang dan jasa).

Meskipun waktu tercepat untuk memenuhi keseluruhan prosedur tersebut adalah 18 hari kerja,namun berdasarkan pengalaman dari pemda Sulawesi Utara pada kenyataannya prosedur tersebut membutuhkan waktu lebih dari itu. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan relative rendahnya realisasi barang modal. Sebagai konsekuensi logis dari lambatnya proses administrasi belanja modal, penempatan dana pemerintah di dalam sistem perbankan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

Tinjauan Umum Manajemen Pengadaan

Sumber:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: