Meningkatkan Soft Skills

16 Jun

Soft skills adalah sebuah istilah  dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikatagorikan / dikelompokkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasan, keramahan, optimasi.  Soft skills adalah ‘berbeda’ dengan hard skills yang menekankan kepada IQ, artinya penguasaan ilmu pengetahuan, teknolgi dan ketrampilan teknis yang berhugungan dengan bidang ilmunya.

Soft skills ini sangat penting bagi setiap orang, apalagi di dalam dunia kerja. Hard skills memang penting dalam bekerja, tetapi keberhasilan seseorang di dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skills-nya yang baik. Serang psikolog bernama David McClelland bahkan berani mengatakan bahwa faktor utama keberhasilan para eksekutif muda dunia adalah kepercayaan diri, daya adaptasi, kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill.

Kelemahan di bdang soft skill ini biasanya adalah karakter yang telah melekat pada diri seseorang. Untuk merubah karakter tersebut, seseorang pasti membutuhkan usaha yang keras. Peningkatan soft skills ini dapat dilakukan dengan learning by doing (belajar dengan berbuat), mengikuti pelatihan-pelatihan dan seminar-seminar manajemen, berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Selain itu, hal tersebut dapat juga dilakukan dengan membaca buku, majalah, dan artikel, serta mencari data penunjang di internet.

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan softskill yang seseorang adalah ‘Be A Part Of Activities’ (menjadi bagian dari suatu aktivitas). Jika seseorang dapat menjadi bagian suatu aktivitas sudah pasti orang tersebut akan belajar bagaimana berkomunikasi, berintegrasi, beradaptasi,  bekerja sama, berorganisasi, dll. Hal – hal tersebut sangat berkaitan erat dalam peningkatan soft skills.

Seseorang pasti dituntut untuk lebih kreatif, menaati peraturan yang ada di dalam suatu aktivitas tersebut. Hal ini akan dapat memacu orang tersebut untuk lebih berinisiatif, dan beretika. Orang yang sudah menjadi bagian dari suatu aktivitas jelas akan terlihat berbeda jauh dengan orang yang tidak beraktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: