Seandainya Aku Teman Gayus…..

18 Apr

Siapa yang tidak mengenal Gayus Tambunan..?? Saat ini namanya begitu begitu populer dan menjadi bahan pembicaraan yang sangat hangat. Gayus Halomoan Tambunan merupakan seorang staff penelaah keberatan dan banding Direktorat Jenderal Pajak. Gayus merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) tahun 2000 silam. Namanya begitu mencuat setelah Susno Duadji (mantan Kabareskim KomJen) menyebutnyaikut terlibat di dalam praktik makelar kasus pajak di tubuh Polri.

Berdasar penelusuran Metro TV, dana Rp24,6 miliar sisa di rekening Gayus (setelah sebanyak Rp395 jutanya disita kepolisian) diketahui telah mengalir ke lima pihak, diantaranya ke rekening Gayus di Bank Mandiri senilai Rp10 miliar pada 3 Desember 2009, dan ke sebuah rekening SA di Bank Mega sejumlah Rp12,14 miliar juga pada bulan Desember 2009.

Melihat uang 25 miliar itu, semua orang pasti akan tergiur. Jika ditanya ‘Seandainya kamu menjadi teman Gayus??’ Mungkin kebayakan orang akan mengambil sedikit keuntungan darinya. Di zaman sekarang ini, manusia sudah menganggap bahwa uang adalah segala-galanya. Akibatnya banyak manusia yang tergila-gila akan uang dan kekeuasaan.

Uang dapat membuat manusia lupa akan diri sendiri, dan bahkan lupa akan Sang Penciptanya. Tidak hanya Gayus saja yang menjadi korban dari ‘uang’, masih banyak Gayus – Gayus yang lainnya. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan tidak memperdulikan kehidupan orang lain. Jika saya menjadi teman Gayus, saya pasti mengingatkan tentang¬† ‘hukum Tuhan’, hukum tidak akan dimanipulasikan.

Uang yang kita peroleh dengan jalan tidak benar (mis:korupsi) hanya dapat membuat kebahagiaan yang sementara saja. Bukan tidak mungkin kita dapat kehilangan harta dua kali lipat atau bahkan lebih dari apa yang sudah kita dapat. Karena hidup itu seperti roda yang berputar. Tidak akan ada seorang pun yang akan berada di atas, ada saatnya juga kita akan berada di bawah. Jangan sampai hari ini kita merasa terlalu bangga akan apa yang sudah kita dapat, namun keesokannya kita akan merasa malu dan diacuhkan. Dan biasanya kebaikan yang sudah pernah kita perbuat, akan tertutupi dengan perbuatan kotor yang kita lakukan.

Untuk menghindarkan hal-hal tersebut, kita harus rajin beribadah dan ada dukungan dari keluarga. Peran keluarga sangat penting karena keluarga adalah teman yang paling dekat bagi setiap orang. Seorang teman yang baik pasti akan memberikan nasihat ketika temannya melakukan perbuatan yang tidak benar. Seandainya keluarga Gayus mengingatkannya supaya tidak melakukan hal tesebut (korupsi), mungkin hal ini tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Tapi pihak keluarga Gayus sepertinya tidak mempermasalahkan asal-usul dari uang yang mereka didapatkan oleh Gayus. Mereka bahkan menikmati uang tersebut dengan senang hati.

Selain dukungakn keluarga, ada hal lain yang lebih penting yaitu mempererat hubungan dengan Tuhan. Setiap orang yang takut akan Tuhan tidak akan berani melakukan hal-hal yang melanggar perintah-Nya. Hukum di dunia ini mungkin masih bisa dimanipulasi dan dihindari. Namun, manusia jangan lupa akan Hukum Tuhan yang merupakan hukum terutama dan utama.

Dari kasus Gayus ini, semoga setiap orang dapat belajar. Belajar untuk tidak serakah dan mempedulikan sesama, karena manusia adalah mahluk sosial dan mahluk Tuhan. Semoga kasus-kasus korupsi lainnya juga dapat dibongkar, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: