Sekilas tentang PHP

12 Mar

PHP merupakan bahasa pemrograman web untuk pemrograman di sisi server, artinya sintaxs dan perintah perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server, dengan kata lain aplikasi akan menampilkan hasil web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di web server. 

A.   Tata Cara Penulisan PHP

Penulisan pemrograman PHP dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai cara, namun berbagai penulisan tersebut tidak akan mempengaruhi hasil program yang dibuat. Terdapat 4 cara menuliskan script PHP, yaitu :

1. <?……………….?>

2. <?php………….?>

3. <script language=”PHP”>……………..</script>

4. <%…………….%>

  • Cara pertama adalah short style, merupakan cara yang paling praktis.
  • Cara kedua adalah standart style, gaya penulisan ini mirip dengan penulisan program XML.
  • Cara ketiga adalah javascript style yang mirip dengan penulisan program javascript dan cara keempat style ASP yang sudah dikenal oleh pengguna ASP.

Dalam penulisan script PHP, dibedakan menjadi 2 macam penulisan script PHP, yaitu :

1.  Embedded Script

Kode program PHP menyatu dengan tag-tag HTML dalam suatu file atau disisipi kode-kode PHP kedalam HTML. Kode PHP diawali dengan tag <? Atau <?php dan ditutup dengan tag ?>. File yang berisi tag HTML dan kode PHP ini diberi ekstensi .php. Berdasarkan ekstensi ini, pada saat file diakses, server akan tahu bahwa file ini mengandung kode PHP. Server akan menerjemahkan kode ini dan menhasilkan outout dalam bentuk tag HTML yang akan dikirim ke browser client yang mengakses file tersebut. Berikut contoh programnya :

<HTML>

<HEAD>

<TITLE>Pemrograman PHP</TITLE>

</HEAD>

<BODY>

<CENTER>

<?php

echo “Ini hanya program contoh yang embedded sript”;

?>

</CENTER>

</BODY>

</HTML>

2.  Non Embedded Script

Script PHP pada cara ini digunakan sebagai murni pembuatan program dengan PHP, tag HTML yang dihasilkan untuk membuat dokumen merupakan bagian dari script PHP. Contoh program yang dinamai dengan nama coba2.php

<?

Echo “<HTML>”;

Echo “<HEAD>”;

Echo “<TITLE>Pemrograman PHP</TITLE>”;

Echo “</HEAD>”;

Echo “<BODY>”;

Echo “<CENTER>”;

echo “Ini hanya program contoh yang Non embedded script”;

echo “</CENTER>”;

echo“</BODY>”;

echo “</HTML>”;

?>

Dari kedua tipe diatas dapat disimpulkan bahwa meskipun script yang dibuat berbeda tetapi terdapat kesamaan hasil.

B.   Variabel dalam PHP

Variabel digunakan untuk menyimpan data sementara, dan nilainya bisa berubah-ubah setiap kali program dijalankan. Ada beberapa aturan dalam penulisan nama variabel di PHP, yaitu :

  1. Variabel selalu diawali tanda dolar $, lalu diikuti nama variabel yang diinginkan.
  2. Penamaan variabel bersifat case sensitive (membedakan huruf besar dan kecil).
  3. Hanya ada tiga jenis karakter yang dapat digunakan untuk nama variabel, yaitu huruf, angka, dan garis bawah dan tidak diperbolehkan terdapat spasi.
  4. Karakter pertama setelah tanda dolar $ harus berupa huruf atau garis bawah, sedangkan angka tidak diperbolehkan.

Contoh : $username ==”user”

username merupakan nama variabel, dan string “user” nantinya akan disimpan dalam variabel tersebut.

C.   Tipe Data PHP

Tipe data yang dapat diolah oleh PHP, adalah tipe data numeric (integer dan floating point), tipe data string dan tipe data object.

(1)  Tipe data numerik

Terdiri atas integer dan floating point (double), integer menyimpan data berupa bilangan bulat, sedangkan floating point menyimpan data dalam bentuk nilai desimal. Perbedaan kedua tipe data tersebut dapat dilihat dalam contoh berikut :

$integer=123

$double=12,3

(2)  Tipe data string

Tipe data yang menampung data informasi berupa kumpulan karakter atau kata bahkan seuntai kalimat. Isi dari string diapit oleh tanda kutip. Seperti terlihat berikut ini :

$tipe_string=”Belajar PHP”

(3)  Tipe data object

Tipe data ini merupakan pengembangan yang dilakukan PHP untuk mendukung pemrograman beroriantasi objek. Tipe data objek adalah tipe data yang didalamnya mempunyai data dan method. Data yang dimiliki oleh suatu objek dikenal dengan nama atribut, dan method umumnya berupa sebuah fungsi. Data objek disini didefinisikan dengan membuat definisi kelas terlebih dahulu. Suatu variabel yang bertipe objek dideklarasikan dengan menggunakan perintah new diikuti nama objek (berupa nama kelas objek).

<?

Class object

{

Function counter()

{

Return 5;

}

Function pesan()

{

Echo”pesan”;

}

}

$test=new object;

$test=>pesan();

?>

D.  Struktur Kendali

Struktur kendali sangat penting dalam tiap bahasa pemrograman, karena dengan kendali alur kita dapat mengontrol jalannya eksekusi program. Struktur kendali dapat dibedakan dalam dua kelompok yaitu percabangan dan perulangan. Perintah kendali dalam PHP untuk percabangan adalah IF dan SWITCH sedangkan perintah kendali untuk perulangan adalah FOR dan WHILE.

(1)   Pernyataan IF

Digunakan untuk menentukan salah satu dari pilihan alur eksekusi yang tersedia dengan kondisi tertentu. Bentuk umum IF :

If(ekspresi)

{

Perintah1;

Perintah2;

………;

}

Else

{

Perintah_a;

Perintah_b;

………….;

}

(2)   Pernyataan SWITCH

Digunakan jika ada satu ekspresi yang dimilki banyak kemungkinan nilai dimana masing-masing nilai ada perintah yang dikerjakan. Bentuk umum SWITCH :

Switch($var)

{

Case nilai1 :

Perintah_nilai1;

Break;

Case nilai2 :

Perintah_nilai2;

Break;

[ default :

Perintah nilai_default;

]

}

(3)  Pernyataan FOR

Perintah ini digunakan untuk mengulangi perintah dengan jumlah pengulangan yang sudah diketahui. Bentuk umum FOR :

FOR (nilai awal;nilai akhir;pola penambahan)

{

Perintah;

}

(4)  Pernyataan WHILE

Perintah ini digunakan untuk mengulangi sejumlah perintah sampai jumlah tertentu. Dimana pengulangan akan terus berjalan selama kondisi masih  bernilai benar. Bentuk umum WHILE :

WHILE (kondisi)

{

Perintah;

}

E.   Array dan Fungsi

Array digunakan untuk mengidentifikasi variable yang memiliki sejumlah nilai yang berbeda namun dengan satu nama variable. Data yang disimpan dalam array menggunakan indeks yang berfungsi untuk membedakan data dan memudahkan pencarian kembali data tersebut. Untuk membuat array menggunakan fungsi array().

Contoh array :

$hari=array(“minggu”,”senin”,”selasa”,”rabu”,”kamis”,”jumat”,”sabtu”);

$peserta=array(“panjat pinang”=>array(”andi”,”bagus”,”sita”,”imran”),

“tarik tambang”=>array(”jodi”,”dono”,”fahrul”,”joni”),

“makan krupuk”=>array(”budii”,”ilham”,”hadi”,”puti”));

Fungsi adalah kontruksi pemrograman untuk melakukan suatu proses. Fungsi untuk menangani suatu proses yang berulang kali sehingga lebih efisien dalam penulisan kode programnya. Bentuk umum Fungsi :

Function nama_function(argumen)

{

Kode perintah;

}

Untuk memanggil nama fungsi tersebut dengan menuliskan nama_fungsi().

F.   Session

Session adalah tehnik penyimpanan data di server. Session dimulai saat pengunjung mulai masuk kesitus dan berakhir begitu pengunjung menutup situs tersebut. Dengan demikian pengunjung akan memndapat variable yang terus ada selama ia melakukan kunjungannya tersebut. Kegunaannya antara lain adalah untuk pembuatan kata kunci atau authentifikasi. Untuk membuat session diperlukan fungsi-fungsi sebagai berikut :

Session_start();

Session_register();

Session juga dapat dihapus sebelum pengunjung menutup situs web atau e-leraning yang dikunjungi. Untuk menghapus session ini digunakan fungsi :

Session_destroy();

Sumber:

Jovan FN, Panduan Praktis Membuat Web dengan PHP untuk Pemula, Mediakita, Jakarta, 2007.

%d bloggers like this: