Archive | February, 2010

PI-ku

28 Feb

Seiring dengan berjalannya waktu, semester ini datang juga. Semester 6, semester yang sangat identik dengan penyususnan PI (Penelitian Ilmiah). Semester ini akan terasa begitu sangat panjang dan memiliki hawa yang berbeda dari semester – semsester sebelumnya. Bagaimana tidak, semua mahasiswa yang menginjakkan kakinya pada semester ini harus bisa menyelesaikan PI-nya. Jika PI tidak dapat dikerjakan, maka sudah pasti tidak akan bisa lulus.

Pada saat ini, setiap mahasiswa sangat membutuhkan sesuatu yang dinamakan ide dan inspirasi, begitu juga terjadi padaku. Tidaklah mudah memutuskan judul atau tema apa yang akan diambil untuk menyusun PI. Jika kita tidak benar-benar memikirkan apa yang akan kita tulis, kita pasti akan menghadapi banyak kendala nantinya. Judul atau tema yang kita pilih haruslah sesuai dengan kemampuan kita, dan kita juga memiliki ketertarikan tentang apa yang akan kita tulis. Hal ini sangat memberikan pengaruh besar dalam penyusunan PI.

Ide, kenapa harus menghilang di saat-saat seperti ini. Tak ada ide, maka Pi juga tidak dapat dibuat. Sangat sulit memang untuk menentukan ide yang tepat. Bahkan, jika sudah ditemukan belum tentu akan disetujui oleh dosen pembimbing. Waktu terus berputar, tapi ‘ide’ seakan-akan lari semakin menjauh. DI saat teman-teman yang lain sudah menentukan judul atau tema PI mereka, aku semakin terpuruk dalam kebingungan. Aku hanya mampu berpasrah pada Tuhan saja.

Dan aku beruntung mempunyai orangtua yang selalu mendukung aku, dan mengingatkan aku untuk terus berdoa, agar Tuhan memberikan jalan keluarnya. Malam itu, ketika aku sedang membaca contoh-contoh PI kakak kelas, aku teringat akan kedua orangtua. Ternyata selama ini, aku terlalu memikirkan hal yang terlampau jauh dari pandangan mataku. Akhirnya, aku memutuskan untuk membuat suatu aplikasi yang berhubungan dengan ‘Jeruk’, walaupun aku belum mengetahui program apa yang nanti akan aku pergunakan.

Kenapa harus ‘Jeruk’? Karena jeruk sangat dekat denganku, mungkin bisa dikatakan aku masih bisa melanjutkan pendidikanku karena adanya ‘jeruk’. Orangtuaku memiliki kebun yang tidak terlalu luas. Di kebun itu, mereka menanam ‘jeruk’. Ketika aku menceritakan ide ini kepada orangtuaku, aku bisa merasakan kebahagiaan mereka. Semoga saja dosen pembimbing aku bisa menyetujui ideku ini.

Saat ide pertamaku muncul datang dalam benakku, ada satu ide lagi yang terbersit seketika itu juga. Ide juga datang karena aku masih mengingat kedua orangtuaku. Aku teringat akan kedai atau warung kopi bapak (walaupun bukan milik sendiri). Bapak sudah lama sekali bekerja di warung itu, sebagai kerja sambilan selain harus bertani. Warung kecil itu juga memiliki jasa yang besar dalam hidupku. Dari contoh-contoh PI yang sudah aku baca, aku memiliki ide untuk membuat aplikasi penjualan warung kopi itu. Walaupun aku belum memutuskan akan menggunakan program apa untuk membuatnya.

Ide memang sudah keluar, tapi tetap saja aku masih merasa deg-degan menunggu keputusan dosen pembimbingku. Aku berharap supaya semua dapat berjalan dengan lancar.  Aku juga berharap Tuhan akan selalu membimbing dan menerangi langkah dalam kehidupanku…

Borland Delphi

27 Feb

Program komputer dapat memecahkan hampir semua masalah yang memerlukan ketelitian yang tinggi, serta banyak data yang harus diolah, dengan waktu penyelesaian yang singkat. Dulu, membuat sebuah program sangat sulit dan melelahkan. Karena sekarang pembuatan program dituntut harus cepat, tepat dan siap pakai, maka munculah bahasa pemograman yang berbentuk visual, antara lain : Visual C++, Visual Foxpro, Visual Basic, dan lain-lain.

Borland Delphi adalah salah satu dari program secara visual, bahasa yang digunakan lebih mengarah ke bahasa pascal. Banyak orang yang mengatakan
bahwa pascal adalah nenek moyang dari Delphi, karena Delphi adalah pengembangan dari turbo pascal yang popular. Seperti bahasa lainnya, Delphi
mengalami perkembangan yang sangat pesat. Delphi yang dikeluarkan oleh Borland, memiliki support yang sangat tinggi terhdap database-database yang
sudah terkenal (seperti MS Access, Paradoks, Foxpro, Dbase, Oracle, dan lain-lain). Selain itu, delphi juga dilengkapi dengan objek-objek yang baru sehingga memudahkan pembuatan program, baik program database maupun program lainnya (game utility, dan lain-lain).

Delphi dapat dibagi menjadi 3 versi. Setiap versinya ditujukan untuk pengembangan yang berbeda. Ketiga versi itu adalah:
1. Delphi standard, adalah versi pemula dan ditujukan untuk pelajar yang ingin mendalami Delphi. Versi ini dilengkapi dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk membuat aplikasi Delphi.
2. Delphi Profesional, ditujukan untuk pengembangan professional yang tidak memerlukan fasilitas server /client.
3. Delphi Enterprise, ditujukan untuk pengembangan yang lbih tinggi dengan aplikasi yang berkomunikasi dengan SQL Server.

Mengenal IDE Delphi

Salah satu kelebihan da ri perangkat lunak Borland Delphi adalah lingkungan terpadu. Lingkungan terpadu (IDE /Integrated development Environtment) adalah tempat untuk merancang program, menyimpan program, dan menjalankan program. Lingkungan terpadu dari Borland Delphi 6.0 terdiri atas :

*) Menu Utama, yang terdiri dari : File, Edit, search, View, Project, Run, Component, database, Tools, Help.                                                                                                                                                                                              *) Tombol cepat (Speed Bar) : untuk men jalankan fungsi-fungsi dengan sepat dan mudah dari menu utama yang sering dipakai seperti : New, Open, Save (Ctrl+S), Save All, open Project (Ctrl+F11), dan lain-lain.

Pada IDE terdapat berbagai fasilitas untuk mendesain, coding maupun debugging. IDE Delphi terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu Main Windows, Component Palette, ToolBar, Object TreeView, Code Explorer, Object Inspector, Form Designer dan Code Editor. Semua bagian tersebut dapat diartu sendiru misalnya untuk menyembunyikan bagian-bagian yang tidak digunakan.

1. Main Menu, Speed Bar dan Palette Bar
Di dalam Main Menu, terdapat fasilitaas-fasilitas yang disediakan oleh Delphi untuk mengontrol serta menangani masalah yang berhubungan dengan
pekerjaan (contohnya menu utama untuk menyimpan, menu untuk mengcompile, dan masih banyak lagi). Speed Bar berfungsi seperti main Menu, tetapi pada SpeedBar hanya berupa icon. Sehingga cukup meng-klik, jika ingin menjalankan fasilitas yang dikendaki. Sedangkan yang dimaksud dengan Palette bar adalah tempat object-object yang digunakan untuk menyusun sebuah program.

2 Component Palette
Componen Palette memiliki kategori komponen, seperti yang ditampilkan dalam tabel berikut :

3 Object Inspector
Object Inspector berfungsi sebagai tempat untuk memilih atau menentukan properties, even dari suatu objek. Object Inspector terdapat dua tab, yaitu :
Properties : berfungsi mengubah sifat-sifat yang dibawa oleh object tersebut. Event : sebagai daftar prosedur yang dilakukan oleh Object Inspector ketika suatu peristiwa terjadi.

4 Object Tree View
Object Tree View adalah sebuah diagram pohon yang menggambarkan hubungan logis antara komponent visual dan non visual yang terletak pada form,
data module maupun frame. Semua object yang digunakan pada form, data module maupun frame akan muncul pad Object Tree View.jika ingin memilih salah satu item pada Object Tree View, secara otomatis focus pada form yang akan berpindah.

5 Jendela Form
Jendela Form adalah tempat untuk memasang object-object, sedangkan Code editor adalah tempat untuk menuliskan source code atau bahasa program.
Fungsi dari code editor adalah tempat mengetik atau menampilkan object-object tertentu, untuk tampilan program.

6 Jendela Editor
Jendela Editor berfungsi sebagai tempat untuk menuliskan listing program yang dirancang.

Sumber:  Antony Pranata, Pemrograman Borland Delphi Edisi 3, Penerbit ANDI, Yogyakarta, 2000.

Sistem Pakar

27 Feb

Pengertian Sistem Pakar

Sistem pakar atau Expert System adalah program yang berisi pengetahuan manusia atau bertingkah laku seperti manusia expert (manusia pakar) yang pada aplikasinya membantu menyelesaikan masalah – masalah didunia nyata. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan sekumpulan rule atau kaidah yang didapat dari pakar, lalu dijadikan pertanyaan – pertanyaan untuk mendapat solusi atau kesimpulan.

Berikut ini beberapa pengertian sistem pakar menurut beberapa orang ahli:

1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang pakar.

2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar – pakar dalam menyelesaikan masalah.

3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Dari pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pakar adalah suatu aplikasi dari kecerdasan tiruan yang dapat menyelesaikan masalah dalam bidang tertentu dan dapat bertindak sebagai penasehat seperti seorang pakar dimana solusi atau jalan keluar yang dihasilkan sistem pakar berkualitas seperti seorang pakar.

Ciri – ciri  Sistem  Pakar

Sistem Pakar memiliki ciri – ciri :

1) Terbatas pada domain keahlian tertentu.

2) Dapat memberikan penalaran untuk data yang tidak pasti.

3) Dapat mengemukakan rangkaian alasan – alasan yang diberikan dengan cara yang bisa dipahami.

4) Berdasarkan aturan atau rule tertentu.

5) Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap agar bisa menghasilkan informasi yang lebih baik dan akurat.

6) Pengetahuan dan mekanisme penalaran jelas terpisah.

7) Keluarnya bersifat anjuran.

Keuntungan Sistem Pakar

Sistem Pakar memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

1. Membuat orang yang masih awam dapat bekerja seperti layaknya seorang pakar.

2. Meningkatkan produktifitas akibat meningkatnya kualitas hasil kerja.

3. Menghemat waktu kerja.

4. Menyederhanakan pekerjaan.

5. Merupakan arsip yang terpercaya dari sebuah keahlian.

6. Memperluas jangkauan dari keahlian seorang pakar.

7. Bisa melakukan proses secara berulang dan otomatis.

8. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.

9. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar

10. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.

11. Memiliki reliabilitas.

The Truth Is Out There

Kelemahan Sistem Pakar

Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu :

1. Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.

2. Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dibidangnya.

3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.

Komponen Sistem Pakar

Dalam membangun sistem pakar dipengaruhi oleh beberapa komponen, yaitu :

1) Basis Pengetahuan (Knowledge Base)

Knowledge base merupakan inti program dari sistem pakar yang berisi representasi pengetahuan yang didapat dari seorang pakar. Komponen ini tersusun dari fakta yang berupa objek dan kaidah atau rule yang merupakan informasi tentang cara bagaimana membangkitkan fakta baru dari fakta yang sudah ada.

2) Mesin Inferensi (Interfence Engine)

Mesin inferensi merupakan bagian yang mengandung mekanisme fungsi berpikir dan penalaran sistem yang digunakan oleh seorang pakar, secara dedukatif mesin inferensi memiliki pengetahuan yang relevan dalam rangka mencapai kesimpulan. Dengan demikian sistem ini dapat menjawab pertanyaan pemakai. Mesin inferensi memulai pelacakannya dengan kaidah – kaidah dalam basis pengetahuan dan menggunakan fakata – fakta yang ada dalam basis pengetahuan. Ada 2 teknik yang menjadi dasar untuk pembentukan mesin inferensi, yaitu :

(a) Forward Chaining

Forward Chaining adalah sebuah metode pelacakan kedepan, dimana diawali dari fakta – fakta yang diberikan user kemudian dicari dibasis pengetahuan lalu dicari rule yang sesuai dengan fakta – fakta. Setelah itu diadakan hipotesa untuk memperoleh kesimpulan.

Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri. Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu, lalu dicari rule yang sesuai dengan fakta – fakta yang diberikan untuk menguji kebenaran hipotesa. Metode Forward Chaining akan ditunjukkan pada gambar berikut:

(b) Backward Chaining

Backward Chaining adalah suatu teknik pelacakan yang dimulai dari sekumpulan kesimpulan, lalu hipotesa yang diinginkan, kemudian dengan mempergunakan kaidah – kaidah yang ada akan dicari sejumlah besar kondisi awal fakta – fakta yang mendukung kaidah – kaidah tersebut. Pencocokan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan.

Dengan kata lain, penalaran dimulai dari kesimpulan, lalu hipotesa terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesa tersebut harus dicari rule yang sesuai, lalu fakta yang ada dalam basis pengetahuan. Metode Backward Chaining akan ditunjukkan pada gambar berikut:

3) Antar Muka Pemakai (User Interface)

User interface merupakan bagian sistem pakar yang berfungsi sebagai penghubung antar pemakai (user) dengan sistem pakar, agar suatu program sistem pakar dapat dimanfaatkan oleh pemakai diperlukan sebuah penghubung yang bertindak sebagai seorang konsultan dengan pemakai. Pada bagian inilah dialog antara pemakai dengan sistem pakar terjadi, dimana sistem pakar akan memberikan pertanyaan dan pemakai akan menjawab. Pertanyaan akan terus ditampilkan sampai akhirnya didapat suatu kesimpulan yang sesuai.

4) Development Engine

Development engine merupakan bagian dari sistem pakar yang berfungsi sebagai fasilitas untuk mengembangkan mesin inferensi dan penambahan basis pengetahuan yang dilakukan oleh knowledge engineer bersama – sama pakar. Knowledge engineer harus memiliki keahlian dalam mengerti bagaimana pakar menerapkan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah, mampu mengekstraksi penjelasan mengenai pengetahuan dan aturan yang baru dari pengalaman ia bekerja.

Tahapan Pembuatan Sistem Pakar

Dalam mengembangkan sistem pakar ada 5 (lima) tahapan yang harus dilakukan menurut Sri Kusumadewi (2003), yaitu :

a. Tahapan Identifikasi : Tahapan identifikasi merupakan tahapan untuk menganalisa permasalahan yang ada. Ditentukan batasan masalah yang akan dianalisa, sistem pakar yang terlibat, sumber daya yang diperlukan dan tujuan yang akan dicapai.

b. Tahapan Konseptualisasi : Tahapan konseptualisasi merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang kemudian dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep tersebut unsur – unsur yang terlibat akan dirinci dan dikaji hubungan antara unsur serta mekanisme pengendalian yang diperlukan untuk mencapai sebuah solusi yang terbaik.

c. Tahapan formalisasi : Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur – unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini juga menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar.

d. Tahapan Implementasi : Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangat penting karena disinilah sistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.

e. Tahapan Pengujian : Tahapan pengujian merupakan tahap dimana sistem akan dipakai dan diuji keakuratannya serta kinerja sistemnya, sehingga didapat hasil yang efisien.

Sumber:

Muhammad Arhami, Konsep Dasar Sistem Pakar, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2005.

Data Flow Diagram (DFD)

27 Feb

Dalam merancang suatu sistem, sistem analis memerlukan beberapa alat bantu, salah satunya adalah Data Flow Diagram (DFD). Data Flow Diagram merupakan suatu bentuk atau model yang memungkinkan professional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional atau sebagai jaringan proses dan fungsi yang dihubungkan satu sama lain oleh suatu penghubung yang disebut alur data (Data Flow).

DFD tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data dan organisasi file, tetapi banyak digunakan oleh pengembang sistem karena kemudahannya untuk dibuat dan dipahami, sehingga DFD sering digunakan sebagai alat penghubung antara perancang dan pemakai. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble Chart, Bubble diagram, Model proses, Diagram alur kerja atau Model fungsi.

Levelisasi DFD adalah :

1. Diagram Konteks

Merupakan diagram tingkat atas yang terdiri dari proses dan menggambarkan hubungan terminator dengan sistem yang mewakili suatu proses. Hubungan antar Terminator dan Data Store tidak digambarkan.

2. Diagram Zero

Diagram ini merupakan diagram tingkat menengah yang menggambarkan proses utama dari dalam sistem, yang terdiri dari hubungan entitas (entity), proses data flow dan penyimpanan data (data store).

3. Diagram Detail atau Diagram Primitif

Diagram Primitif merupakan diagram paling bawah yang tidak dapat diuraikan lagi, sedangkan Diagram Detail masih dapat diuraikan.

Komponen-komponen pada DFD

Ada terdapat 4 komponen dalam DFD, yaitu :

1. Terminator / Entitas Luar

Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan system yang sedang dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau system lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari system.

2. Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Proses menggambarkan bagian dari system yang mentransformalkan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang membutuhkan objek.

3. Data Store

Data store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file hardisk, fita meagnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder dan agenda, yang digambarkan dengan dua garis sejajar.

4. Alur Data

Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut:

a. Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada data store tersebut

b. Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau keluaran yang disimpan pada data store tersebut.

c. Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan mengupdate data, menghapus atau mengubah data.

Suatu alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukan arah menuju ke dalam dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data / informasi dari satu bagian system ke bagian lainnya.

Syarat-syarat pembuatan DFD

Syarat-syarat pembuatan DFD yang baik, dalam arti menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibaca oleh pemakai adalah:

1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.

2. Pemberian nomor pada komponen proses.

3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.

4. Penghindaran DFD yang rumit.

5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika.

Tingkatan DFD

Tingkatan-tingkatan pada DFD adalah sebagai berikut:

a. Diagram konteks : Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan system dengan lingkungannya.

b. Diagram level Zero : Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Merupakan diagram yang menggambarkan proses-proses utama system dan alur datanya.

c. Diagram level satu : Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.

d. DFD level dua,tiga, … : Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya.

e. Entity Relationship Diagram : Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.

Sumber: Jogiyanto H-M, “ Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis “, Andi Off Set, Yogyakarta,1995.

Mengapa kita harus belajar bahasa Indonesia?

27 Feb

Bahasa adalah sumber daya dalam kehidupan bermasyarakat, karena digunkan sebagai alat komunikasi.  Seseorang akan berhasil dalam pelajarannya, ataupun pekerjaaannya jika dia bisa memahami orang lain dan membuat orang lain memahami dirinya sendiri. Semakin kita dapat memahami orang lain dan membuat orang lain juga dapat memahami kita, maka sudah pasti kita akan semakin berhasil dan semakin terkenal. Dengan demikian bisa ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan dan ketenaran itu sangat bergantung kepada adanya hubungan saling memahami dan saling mengerti di antara sesama manusia.

Perwujudan hubungan saling memahami dan saling mengerti ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan sumber daya bahasa. Kita akan dapat memahami orang lain, jika kita dapat mendengarkan perkataannya, ataupun membaca apa yang ditulisnya dengan baik. Dan sebaliknya juga, orang lain akan dapat memahami kita, jika kita dapat berbicara ataupun menulis dengan baik. Dengan demikian, kedua hubungan tersebut sangat berkaitan erat dengan ketrampilan mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara.

Ketrampilan-ketrampilan tersebut merupakan cara kita berkomunikasi dengan sesama. Komunikasi yang efektif dapat dilakukan jika kita mampu membina ketrampilan kita dalam hal menelaah, mengamati, mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Kita harus bisa menelaah apa yang kita baca, dan kita harus bisa mengamati apa yang kita lihat. Kita juga harus mampu mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, bukan hanya sekedar mendengar saja. Selain itu, kita harus mampu menulis dan berbicara, sehingga orang lain dapat memahami dan mengerti akan apa yang kita bicarakan atau kita tuliskan. Semua ketrampilan ini tidak lahir begitu saja, kita harus mempelajari dan membinanya secara terus-menerus.

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, salah satunya adalah bahasa. Setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki bahasa daerah masing-masing. Hal ini bukanlah suatu hal menguntungkan, karena dapat memecah persatuan bangsa. Untuk mengatasinya, bangsa kita memerlukan suatu alat komunikasi yang dapat mempersatukan semua budaya yang ada.

Pada tanggal 28  Oktober 1928 diikrarkanlah Sumpah Pemuda, yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan negara. Hal ini juga dicantumkan dalam  UUD tahun 1945. Sekarang ini pemakaian Bahasa Indonesia sudah tersebar sangat luas. Kita dapat mendengarkan orang-orang berbicara dalam berbahasa Indonesia di kantor, di rukun kampung, di kelurahan, di pertemuan diskusi, seminar, loka karya, konferensi, simposium dan bahkan pidato kenegaraan pun disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Selain dalam pertemuan dan pidato, pada berbagai jenis buku ilmu pengetahuan, teknologi,kesenian, agama dan kebudayaan dituliskan dalam bahasa Indonesia. Media cetak dan media elektronik, seperti radio dan televisi juga memberikan kita informasi dan berita dalam bahasa Indonesia.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat mengetahui apa yang terjadi jika kita tidak dapat menguasai bahasa Indonesia. Jelaslah bahwa kita tidak akan dapat mengerti dan memahami pembicaraan orang lain, kita tidak dapat memahami buku yang kita baca. Hal ini akan membuat kita tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi dan menjadi ketinggalan informasi.

Pada zaman sekarang ini, penggunaan bahasa Inggris memang lebih terasa bergengsi daripada penggunaan bahasa Indonesia. Namun, kita  perlu diingatkan bahwa bahasa negara dan bahasa nasional kita adalah bahasa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia kita perlu melestarikan budaya yang kita miliki. Untuk membuat bahasa Indonesia lebih terasa bergengsi, kita harus bisa melakukan pengembangan secara terus-menerus tanpa harus menghilangkan identitas bangsa kita..

Sumber:

S.Effendi,  Panduan Berbahasa Indonesia Dengan Baik Dan Benar, Pustaka Jaya, Jakarta, 1995

World Wide Web

27 Feb

World Wide Web(WWW), lebih dikenal dengan web atau situs, merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet. Pada awalnya web atau situs merupakan ruang atau halaman dalam internet yang menggunakan teknologi hyperteks. Halaman tersebut digunakan untuk menmapilkan informasi, gambar gerak, suara atau gabungansemuanya baik bersifat statis maupun dinamis yang membentuk suatu rangkaian bangunan yang terkait yang masing-masing kan dihubungkan dengan link-link . Setiap pemakai akan ditunttut untuk menenmukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan di dalam dokumen web yang ditampilkan dalam browser web.

Saat ini internet sangat identik dengan web, web dijadikan sebagai standar interface dalam internet. Web lebih populer bagi khalay umum dan pemula, terutama untuk tujuan pencarian informasi dan melakukan komunikasi e-mail yang menggunakan web sebagai interfacenya. Selain itu, web juga telah diadopsi oelh perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya. Hal ini dikarenakan karena web memiliki akses informasi yang mudah, setup server lebih mudah, informasi yang mudah didistribusikan dan bebas platform.

Dasar dari penciptaan WWW adalah jalan pintas CERN yang dikembangkan oleh Tim Berners-Lee dan peneliti lain di European Particple-Physics Lab di Geneva, Swiss pada tahun 1993. Dimana dengan jalan pintas CERN ne seorang dapat mengirimkan sebuah file dari komputer remote ke sisitem lokalnya (log in ke dalam sistem remote) hanya dengan mengklik hyperlink dan tidak  perlu melalui mekanisme FTP dan Telnet. Kemudian pada Oktober 1994W dibentuklah orld Wide Web Consortium-W3C. W3C ini mengembangkan teknologi yang dpat diopersikan pada platform manapun, membawa web mencapai potensi yang utuh sebagai suatu forum informasi, commerce,komunikasi, dan perjanjian bersama. W3C meletakkan gabungan spesifikasi dalam standar web,
yaitu:
– Standar web yang paling mendasar adalah HTML, CSS, dan XML
– Standar HTML yang terakhir adalah XHTML 1.0

Unsur-unsur yang harus ada pada saat membangun  suatu web atau situs antara lain:

1. Domain Name.
Domain name atau domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi atau menemukan situs kita pada dunia internet. Istilah yang umum digunakan adalah URL. Contoh sebuah URL adalah http://www.yahoo.com–dapat juga tanpa www–
Ada terdapat beberapa macam nama domain yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan, yaitu:
(a)  Generic Domains
Domain ini disebut dengan top level dan tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapa pun dpat mendaftar. Contoh akhiran dari domain ini adalah
->  Ø.com : merupakan top level domain yang ditujukan untuk kebutuhan “commercial”.
->  Ø.edu : merupakan domain yang ditujukan untuk kebutuhan dunia pendidikan (education)
->  Ø.gov : merupakan domain untuk pemerintahan (government)
->  Ø.mil : merupakan domain untuk kebutuhan angkatan bersenjata (military)
->  Ø.org : domain untuk organisasi atau lembaga non profit (Organization).

(b)  Country-Specific Domains
Dikenal dengan second level domain, adalah domain yang berkaitan dengan dua huruf ekstensi, dan dioperasikan di masing-masing negara, seperti .id(Indonesia), .au(Australia), .jp(Jepang) dan lain lain. Domain ini dioperasikan dan di daftarkan dimasing negara. Contoh peggunaannya di Indonesia adalah:
->  Ø.co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah
->  Ø.ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan
->  Ø.go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia
->  Ø.mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia
->  Ø.or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori “ac.id”,”co.id”,”go.id”,”mil.id” dan lain
->  Ø.war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia
->  Ø.sch.id : khusus untuk Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP dan atau SMU
->  Ø.web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di Worl Wide Web.

2. Hosting
Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di situs. Hosting diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte). Lama penyewaan hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan penyewa web hosting.

3. Scripts/Bahasa Program
Script adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang pada saat diakses. Jenis scripts sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah situs. Semakin banyak ragam scripts yang digunakan maka akan terlihat situs semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Jenis jenis scripts yang banyak dipakai oleh para designer antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets dsb. Namun, bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan bahasa yang lain merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs. Harga dari suati Scripts rata-rata sangat mahal karena sulitnya membuat, biasanya mencapai puluhan juta. Scripts ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat.

4. Design Web
Design web sangat menentukan kualitas dan keindahan situs. Ini merupakan unsur yang palin penting dan utama, karena sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah web site. Untuk mendesign situs dapat dilakukan sendriri atau menyewa jasa web designer. Kualitas dari suatu situs ditentkan oleh kualitas web designernya. Semakin banyak penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan situs maka akan menghasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantung kualitas designer.

5. Publikasi
Efektif atau tidaknya suatu situs atau web sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Memperkenalkan situs kepada masyarakat memerlukan ‘publikasi atau promosi’, yang dapat dilakukan dengan pamlet-pamlet, selebaran, baliho dan lain sebagainya. Namun, cara-cara tersebut kurang efektif dan terbatas. Untuk itu diperlukan cara lain yang lebif efektif, yaitu melaui search engine-search engine, misalnya  Yahoo, Google, Search Indonesia, dsb.

Selanjutnya bagaimana WWW (web atau situs) itu bekerja?
–  Informasi web disimpan dalam dokumen yang disebut dengan halaman-halaman web
–  Web page adalah file-file yang disimpan dalam komputer yang disebut dengan server-server web
–  Komputer-komputer membaca web page disebut sebagai web client
–  Web client menampilkan page dengan menggunakan aplikasi yang disebut dengan browser web (web browser)
–  Browser web yang populer adalah Internet Explorer dan Netscape Navigator.

Browser Web adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari server web. Browser tersebut ada yang menampilkan secara text yaitu Lynx, ada pada lingkungan DOS dan *nix (keluarga sistem operasi Unix). Dan browser yang menggunakan mode grafik yaitu Internet Explorer dan Netscape Navigator.  Suatu browser mengambil sebuah web page dari server dengan sebuah request. Sebuah request adalah HTTP standar yang berisi sebuah page adddress, contoh http://www.mangosoft.com/page.htm. Seluruh web page berisi instruksi-instruksi bagaimana untuk ditampilkan. Browser menampilkan page dengan membaca instruksi-instruksi ini, instruksi yang paling umum untuk menampilkan disebut dengan tag HTML.

Server web adalah komputer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web, serta melayani permintaan dokumen web dari kliennya. Browser web berkomunikasi melalui jaringan dengan server web menggunakan HTTP. Browser akan mengirimkan request kepada server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakn oleh server. Server memberikan dokumen atau layanannya jika tersedia dengan menggunakan protokol HTTP.

Sumber:

Betha Sidik, Ir dan Husni I.Pohan,Ir.,M.Eg, Pemrograman Web dengan HTML, 2007 Bandung: Informatika

http://www.litbang.depkes.go.id/tik/media/Pengantar_WWW.doc

Autobiografiku

27 Feb

Cewek chubby ini sekarang sudah berusia 22 tahun lebih 3 bulan. Dia sekarang masih melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas swasta yang ternama di Indonesia. Dari segi usia, seharusnya dia sudah menyelesaikan pendidikan jejnang S1-nya, malahan sekarang dia harus kuliah dengan teman-teman yang lebih muda dengannya.  Walaupun demikian tidak membuat dia patah semangat, dia terus berjuang demi membahagiakan kedua orang tuanya yang berada jauh dengannya.

Dua puluh dua tahun yang lalu tepatnya tanggal 18 November 1987, dia lahir di sebuah kota kecil yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Nama kota itu adalah Kabanjahe. Dia dilahirkan dalam sebuah keluarga sederhana dan bahagia. Kelahirannya begitu sangat dinantikan karena sebelum dia dilahirkan, dokter memprediksikan kalau ibunya tidak akan dapat melahirkannya dengan selamat. Tapi ternyata kehendak Tuhanlah berkuasa, dia dapat dilahirkan dengan selamat dan sehat. Kedu orangtuanya memberikannya nama Priskanta. Dia memiliki sesosok bapak yang sangat giat bekerja siang dan malam dan juga bertangggung jawab, ibunya sangat disiplin dan tegas. Dia sangat bahagia dilahirkan dalam keluarga sederhana itu, walaupun pekerjaan bapaknya hanyalah sebagai petani dan ibunya sebagai PNS. Dia tetap bangga dengan kedua orangtuanya dengan segala kekurangannya. Dalam hidupnya, dia memiliki satu tujuan besar untuk membahagiakan kedua orangtuanya, membuat mereka bangga memiliki seorang anak perempuan, membuat mereka tidak akan merasa dikucilkan atau diremehkann orang lain dan mereka bisa mengangkat kepala mereka dengan tersenyum manis.

Dia terlahir sebagai anak sulung dari 2 bersaudara. Dia memilikik seorang adik laki-laki yang sangat keras kepala. Pada umumnya, seorang adik akan patuh kepada kakaknya, tetpai hal ini tidak berlaku kepadanya. Dia diajarkan untuk selalu mengalah kepada adiknya untuk menghindari pertengkaran dan keributan. Dia harus bisa mengikuti kemauan adiknya. Awalnya dia ada memiliki perasaan benci kenapa harus memiliki adik seperti itu, tapi akhirnya dia  bisa menerimanya juga. Dia menyadari kalau dia hanya memiliki seorang saudara kandung yang harus dia sayangi. Dia percaya kalau adiknya juga pasti menyayanginya walaupun dengan cara yang berbeda.

Pada waktu berusia 5 tahun, dia dudduk di bangku TK yang ada di kota kelahirannya, TK Cahaya. Sekolah tersebut ada di dekat rumahnya, sehingga orangtuanya tidak perlu terlalu memikirkannya. Dia tumbuh menjadi seorang gadis yang periang dan sangat patuh kepada orangtuanya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di TK tersebut, kedua orangtuanya berencana untuk memasukkannya ke salah satu SD negeri yang ada di sana. Namun, hal tersebut tidak terwujud karena ada satu syarat yang tidak terpenuhi, yaitu umur harus genap 7 tahun. Kedua orangtuanya tidak ingin menyelohkannya tahun depan. Oleh karena itu, dia didaftarkan di salah satu SD swasta, SD.Sint.Yoseph. Sekolah dasar ini sangat terkenal dengan disiplinnya dan kebetulan juga sekolah ini dekat dengan rumahnya.

Tiga tahun pertama dia harus dititipkan di rumah suster yang berada satu lokasi dengan sekolah ketika sekolah telah berakhir. Dia akan dijemput setelah ibunya pulang dari kantor. Selama dia dititipkan di rumah suster, banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang diperolehnya. Selama di sekolah tersebut, dia memang bukan murid yang selalu masuk ranking 10 besar, tetapi dia tidak pernah menyusahkan guru-gurunya.

Pada tahun 1999, dia bisa lulus dari sekolah dasar dengan nilai yang cukup memuaskan. Dia melanjutkan pendidikannya ke SMP yang masih terdapat di kota kelahirannya. Kedua orangtuanya mendaftarkan di sekolah negeri, SMP Negeri 1 Kabanjahe menjadi pilihannya. Sekolah tersebut merupakn sekolah terfavorit di daerah itu. Dia pun bisa masuk ke sekolah tersebut walaupun tidak bisa duduk di kelas unggulan. Awalnya, dia merasa agak sulit beradaptasi di sekolah negeri karena keadaanya benar-benar berbeda dengan sekolah swasta. Setelah beberapa bulan, dia bisa mengadaptasikan diri di sekolah tersebut. Dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PKS ( Pembantu Keamanan Sekolah) dan tari, tapi tak ada satu pun yang bertahan lama.

Selama 3 caturwulan pertama, dia bisa masuk ke dalam ranking 10 besar di kelasnya. Hal ini membuatnya bisa menaikkan level dari kelas I-4 ke kelas II-2. Dia sangat menyukai pelajaran bahasa inggris, dan pelajaran eksakta khususnya matematika, fisika, biologi dan elektronika. Dia tidaklah terlalu populer di sekolahnya, tetapi dia memiliki banyak teman yang selalu menyukainya. Selama dudui di sekolah mengah pertama ini jugalah dia mengalamii puberitas seperti kebanyakan remaja lainnya untuk menyukai lawan jenisnya. Hanya saja mungkin dia terlalu berlebihan menyukai seorang cowok, dia melakukannya dengan sepenuh hati, walaupun cowok tersebut tidak memberikan respon. Semenjak itu, dia sangat sulit untuk menyukai cowok untuk kedua kalinya. Dia menyadari banyak kekurangan yang ada padanya, sehingga membuat dia tidak percaya diri.

Selain itu, dia juga tidak sama dengan teman-temannyayang bisa bersenang-senang setelah pulang dari sekolah. Dia harus membantu ibunya di kebun yang letaknya tidak jauh dari rumah dan dekat dengan kantor ibu. Di kebun itu , ibu menanam wortel, sawi, daun singkong, tomat, dll dalam jumlah yang tidak banyak. Walaupun tidak membantu ibu di kebun, dia harus menjual atau menghantarkan hasil panen kepada pelanggan-pelanggan ibu. Terkadang ada terbersit perasaan malu jika harus berpapasan dengan teman sekolah ketika dia harus menjinjing daun sinkong di kepalanya atau meneteh  2 kantong besar  wortel. Itu hanya terjadi sesaat saja, dia menyadari bahwa dia memang harus membantu kedua orangtuanya untuk bisa terus sekolah. Bapaknya memang terlihat jarang mengurus kebun kecil ini karena dia harus mengurus kebun yang satu lagi yang letaknya sangat jauh dari rumah.

Dalam waktu 3 tahun, dia dapat lulus dari SMP1 dengan nilai akhir yang cukup memuaskan. Pada tahun yang itu juga dia melanjutkan pendidikannya ke SMA. Awalnya dia merasa bingung untuk memilih antara SMA1 dan SMA2, karena pada saat itu hanya dua sekolah ini yang terbaik di daerah tersebut. Kedua orangtuanya menyerahkan semua keputusan di dalam tangannya. Dia tidak ingin salah dalam mengambiil keputusan, dengan dukungan dari seorang sahabat baiknya,  Fitri, akhirnya dia memutuskan untuk memilih SMA2. Dengan sangat mudah, dia pun masuk di kelas unggulan di sekolah tersebut. Inilah pertama kalinya dia dapat duduk di kelas unggulan selama dia bersekolah di negeri.

Semasa dia SMA sepertinya keadaan sudah berubah. Dia menjadi begitu populer di sekolahnya baik di kalangan guru-guru, siswa-siswa, dan bahkan orangtua para siswa. Hal ini sangat berbeda drastis ketika dia masih duduk di bangku SD dan SMP. Dia bisa populer karena prestasinya dan sifatnya yang rajin. Para guru dan temannya sangat percaya kepadanya.Walaupun begitu. dia tidak pernah sombong, dia selalu ceria, dan berteman dengan siapa saja. Dia memang memiliki sifat yang keras kepala dan agak sedikit pemaarah, tetapi teman-temannya tetap menyayanginya. Dia pernah menjadi juara III Olympiade Fisika sedaerahnya, hal ini sangat membanggakan kedua orangtuanya. Dia tidak akan melupakan senyum dan tawa orangtuanya setiap nama mereka dipanggil ke depan karena prestasi anaknya.

Saat SMA juga dia dapat diandalkan dalam kegiatan olahraga khusunya di bidang catur dan tarik tambang. Selain itu, dia juga sangat aktif dalam bidang keagamaan. Terkadang dia bahkan tidak melawan orangtuanya untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan rohani, karena dia berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang dapat membuat mereka kecewa kepadanya. Dia juga dapat lulus dari SMA dengan hasil yang cukup memuaskan. Walaupun dia harus melewati ujian akhir sekolah dengan penuh dengan kekhawatiran dan perjuangan, karena pada saat bersamaan ibunyaharus diopname di RS. Elisabeth yang terdapat di Medan. Namun, berkat adanya pertolongan dari Tuhan semuanya dapat dilalui dengan baik.

Setelah lulus dari SMA pada tahun 2005, dia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke salah satu universitas negeri. Dia pun mengikuti ujian SPMB dan dia berhasil lulus di UNIMED(Universitas Medan), beberapa hari kemudian dia juga dinyatakan lulusm masuk ke IPB oleh Pemda, tetapi tawaran ke IPB ditolaknya karena ada beberapa alasan. Dia pun mengurus semua syarat untuk masuk ke UNIMED. Selama 2 semester dia juga dapat memberikan prestasi yang membanggakjan kedua orangtuanya. Namun, karena ada beberapa kejadian akhirnya dia harus meninggalkkan universitas tersebut. Akibatnya, dia mengalami depresi hebat, dia mulai terlihat murung, dan menutup diri dari keluarga dan teman-temannya. Dia merasa malu akan dirinya sendiri.

Bapak tuanya (suami dari kakak ibunya) pun berinisiatif untuk mendaftarkannya sebagai CPNS di bidang kehakiman pada tahun tersebut (2007). Untuk itu, dia melakukan berbagai persiapan mulai dari diet, berlatih taekwando, lari jarak jauh, dan pastinya membahas soal-soal CPNS  dan pengetahuan umum. Persiapan ini dilakukannya hampir 1 tahun karena penguman penerimaan CPNS yang tidak pasti tanggalnya. Namun, semua usahanya sia-sia, karena tidak ada penerimaan CPNS untuk perempuan. Dia pun menjadi semakin terpuruk, semangatnya semakin hilang, dia bahkan mulai membenci dirinya sendiri. Dia juga merasa sangat sedih karena dia sudah menyulitkan kedua orangtuanya, tidak ada ceria lagi di wajah mereka.

Orangtuanya sangat mengerti keadaannya. Untuk mencegah hal yang lebih buruk, kedua orangtuanya pun menyetujui usul keluarga yang di Jakarta. Dia pun menyejui hal tersebut, karena dia sudah merasa benar-benar putus asa. Dia segera terbang ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Ternyata pada saat dia datang, sudah hampir semua universitas menutup pendaftaran mahasiswa baru. Jadi, hanya ada beberapa saja universitas yang didatanginya. Dia pun memilih Universitas Gunadarma tanpa disengaja, karena awalnya dia tak mengetahu sama sekali tentang universitas ini. Dia hanya mengikuti kata hati saja.

Ketika berjalan-jalan dengan keluarganya, dia melihat papan nama universitas ini di jalan Margoonda Depok. Semenjak kejadian itu, ada terpikir dibenaknya tentang universitas tersebut. Akhirnya, dia membuat keputusan untuk masuk ke universitas swasta ini. Pada saat mendaftar dia mengalami kebingungan untuk memilih fakultas dan jurusan, karena di tak mengerti tentang dunia komputer, dia benar-benar buta akan dunia tersebut. Tak pernah ada terlintas dibenaknya untuk masuk ke dalam bidang ilmu komputer. Dengan keyakinan dan pertimbangan, dia pun memilih jurusan Sistem Informasi ketika itu juga.

Awalnya dia merasa sangat sulit untuk mengikuti pelajaran dan lingkungan sekitarnya. Dalam selang beberapa bulan dia sudah mulai terbiasa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, Namun, dalam hal pelajaran semakin hari semakin banyak kendala yang dihadapinya. Dia terus berusaha sampai sekarang supaya dapat menyelesaikan pendidikannya. Walaupun terkadang ada perasaan iri di hatinya melihat teman-teman seangkatannya yang sudah lulus, bahkan ada yang sudah bekerja dan menikah. Dia tetap menguatkan dirinya untuk tetap semangat. Dia sangat percaya pasti ada rancangan terindah yang Tuhan berikan kepadanya.