Paragraf

26 Dec

Paragraf atau alinea adalah seperangkat atau sekumpulan kalimat yang berkaitan satu sama lain, membentuk satu kesatuan untuk mengungkapkan atau mengemukakan satu gagasan atau  ide pokok. Kalimat-kalimat tersebut harus tersusun secara logis dan runtun (sistematis), sehingga gagasan pokoknya dapat dikomunikasikan kepada pembaca secara efektif.

Paragraf mempunyai kesatuan pikiran yang luas dari beberapa kalimat. Meskipun demikian ada juga paragraf yang mempunyai hanya terdiri dari satu kalimat saja. Hal ini disebabkan oleh:

  1. Kurang dikembangkan oleh penulisnya.
  2. Sebagai peralihan antara bagian-bagian karangan.
  3. Dialog dalam narasi diperlakuan sebagai satu paragraf.

Paragraf juga merupakan suatu bagian dari bab (bagian terkecil) pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru dan tulisan yang ditulis agak menjorok ke dalam .  Isinya membentuk satuan pikiran sebagai bagian dari pesan yang disampaikan penulis dalam karangannya.

Tujuan pembuatan paragraf adalah untuk memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema dan memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan formal. Selain itu, paragraf juga memiliki fungsi utama yakni untuk menandai pembukaan atau awal ari gagasan atau ide baru, sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelmnya, dan sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

Dalam setiap paragraf harus didukung oleh unsur-unsur yang terdiri dari:

(a). Kalimat topik

Kalimat topik merupakan bagian terpenting yang berisi ide pokok atau  gagasan dalam suatu paragraf. Bagian ini mengarahkan dan sekaligus mengontrol pengembangan alinea Kalimat ini biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Karena kalimat topik merupakan kalimat yang terpenting maka kalimat topik itu hendaknya:

  • Merupakan kalimat efektif yang menarik. Pengertian efektif pada kalimat efektif berarti membuahkan hasil. Hasil yang diharapkan dari suatu kalimat adalah pemahaman. Ditambahkan juga kata menarik, itu berarti bahwa kalimat topik hendaknya dapat memikat perhatian pembaca.
  • Merupakan susunan yang runtut dan logis
  • Merupakan rumusan yang tidak terlalu umum namun juga tidak terlalu spesifik.

Gagasan pokok yang terkandung dalam kalimat topik pada hakikatnya merupakan pengungkapan dari :

  1. ‘Apa yang akan dibicarakan’ dengan mengajukan pernyataan sehubungan dengan ‘apa yang dibicarakan’.
  2. Jawaban ringkas yang dapat dijadikan butir-butir pengembanganya. Adapun pertanyaan yang dapat diajukan itu ialah mengenai ‘bagaimana’. ‘mengapa’, dan pertanyaan lain yang relevan.
  3. Langkah selanjutnya adalah mengecek apakah butir-butir itu sudah lengkap ataukah masih ada yang terlewatkan, dan kemudian menyusun kembali butir-butir itu dalam susunan yang dipandang paling tepat.

(b). Kalimat penjelas

Kalimat penjelas atau kalimat pendukung atau kalimat pengembangan berfungsi untuk menjelaskan, mendukung, dan menguraikan ide utama atau kalimat utamanya. Ciri-ciri kalimat penjelas ini adalah

  1. Pada umumnya merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
  2. Arti kalimatnya baru akan terlihat jelas, setelah dihubungkan dengan kaliamt lain dalam satu alinea.
  3. Pembentuknya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kata transisi.
  4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik.

(c). Kalimat penutup

Setelah pengembangan kalimat itu sampai pada batas kecukupan, maka paragraf itu sebaiknya segera diakhiri. Kalimat yang mengakhiri paragraf itu disebut kalimat penutup. Demi terwujudnya kesatuan gagasan dalam paragraf tersebut, penyusunan kalimat penutup ini hendaknya harus ditulis berdasarkan kalimat-kalimat pengembang / penjelasnya. Kalimat penutup biasanya dapat berupa penekanan kembali, kesimpulan dan rangkuman.

Selain memperhatikan unsur-unsur, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat suatu paragraf, yaitu:

(1). Memiliki kepaduan paragraf atau koherensi. Koherensi adalah adanya keterpaduan atau hubungan antara kalimat dengan kalimat dalam paragraf tersebut. Keterpaduan tersebut dapat dibangun dengan memperhatikan:

–          Unsur kebahasaan

  1. Repetisi. Repitisi merupakan pengulangan kata-kata yang dianggap cukup penting atau menjadi topik pembahasan.

Contoh : Banjir adalah aliran yang deras di sungai. Banjir disebabkan oleh pendangkalan sungai.

  1. Kata Ganti.  Kata yang dipakai untuk menggantikan subyek pembicaraan.

Macam-macam kata ganti :

  1. Kata ganti orang pertama (I) : aku, saya, ku,
  2. Kata ganti orang kedua (II) : kamu, mu, kamu sekalian,
  3. Kata ganti orang ketiga (III) : Anda, Dia, Beliau,mereka, nya.

Contoh: Ani dan Tini kuliah di UI. Mereka sering berangkat bersama.

  1. Kata transisi.  Kata transisi adalah kata yang berada di antara kata ganti dan kata repetisi. Kata transisi sering dikatakan atau dikenal sebagai kata penghubung atau kata hubung.

Ada 2 macam kata transisi / kata penghubung, yaitu :

– Kata transisi / kata hubung intrakalimat adalah kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat. Contohnya: karena, sehingga, tetapi, sedangkan, apabila, jika, maka,dll

– Kata transisi / kata hubung antarkalimat adalah kata  yang menghubungi kalimat satu dengan kalimat lainnya. Contohnya: oleh karena itu, jadi, kemudian, namun, selanjutnya, bahkan, dll.

–          Perincian dan urutan isi paragraf :

  1. urutan waktu
  2. urutan logis
  3. urutan ruang
  4. urutan proses
  5. sudut pandangan/ point of view

(2). Memiliki kesatuan paragraf. Maksud dari pernyataan ini adalah dalam satu paragraf hanya terdapat satu gagasan pokok saja untuk merangkai kesuluruhan tulisan. Dengan kata lain, semua kalimat dalam paragraf  itu secara bersama-sama mendukung satu ide atau gagasanpokok saja.

(3). Memiliki kelengkapan paragraf. Paragraf dikatakan lengkap, jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik/ kalimat utama dalam paragraf.

**

* Jenis-jenis paragraf  (klik di sini)

* Penjelasan kalimat. (klik di sini)

Sumber:

  1. http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Indonesia/0516%20Ind%208j.htm
  2. http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/99009-8-555911592468.doc
  3. http://www.bisnet.or.id/vle/file.php?file=%2F145%2FParagraf_dan_Jenis_Karangan.ppt
  4. http://www.smak2.com/index.php?view=article&catid=7%3Apeople-profile&id=49%3Abu-jekti-tertambat-pria-romantis&format=pdf&option=com_content&Itemid=12
  5. http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_ indonesia

2 Responses to “Paragraf”

  1. sheva April 8, 2010 at 3:13 PM #

    terima kasih…
    ini bisa bantu saya menyelesaikan tugas bhs indonesia

    • freezcha April 11, 2010 at 10:25 AM #

      Sama2 jga..
      Trima ksh jga dah mengunjungi blog q..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: