Linguistik di Indonesia

26 Oct

Linguistik adalah ‘ilmu tentang bahasa’. Di Indonesia ilmu linguistik ini berkembang dengan cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya  dilakukan penelitian  tentang ilmu ini serta banyaknya orang  yang meminati dan menggelutinya. Orang-orang tersebut  mendapat pengaruh dari berbagai aliran dari tokoh-tokoh Linguitik sendiri, seperti:  Ferdinand de Saussure (Bapak Linguistik Modern), aliran Praha (diperakarsai oleh Vilem Mathesius) , Louis Hjelmslev, John R. Firth,dll.

Dalam pengembangan ilmu linguistik, orang-orang yang menggelutinya  lebih  sering  mengawali kiprahnya di bidang non-linguistik atau dalam bidan non-bahasa Indonesia.  Akan tetapi, bidang linguistik yang paling nyata sumbangsihnya di negara ini adalah leksikografi, atau di bidang perkamusan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya  penanganan dalam menyusun  berbagai kamus ekabahasa, dwibahasa, peristilahan, dan sebagainya.

Seorang pelopor leksiografi modern Indonesia, yaitu W.J.S Poerwadarminta, yang disebut sebagai Bapak Kamus Indonesia. Kamusnya yang paling terkenal adalah Kamus Umun Bahasa Indonesia. Kamus ini pertama kali dicetak pada tahun 1952 dan sudah mengalami pencetakan ulang sebanyak 10 kali pada tahun 1987.

Pada awalnya, Poerwadarminta lebih banyak menuangkan perhatiannya pada filsafat, bahasa Jawa, dan bahasa Jawa Kuno.  Buku pertamanya adalah Mardi Kawi (1930), yang berisi tentang pelajaran bahasa Kawi, sedangkan kamus pertamanya adalah Kawi Djarwa (1931), yang kemudian disusul dengan kamus Baoesastra Indonesia-Djawi. Selain itu, beliau juga menerbitkan buku pelajaran bahasa Jepang yang berjudul Puntja Bahasa Nippo dan membuat Kamus Harian Jepang Indonesia.

Di antara semua karyanya  yang menjadi warisan terbesarnya  bagi para penuntut ilmu di Indonesia adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia. Kamus ini menggunakan peribahasa sebagai contoh penggunaan kata. Kamus inilah yang menjadi dasar atau cikal bakal dalam pembuatan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1989 dan ditangani oleh para pekamus dari Pusat Bahasa.

Sumber: Kushartanti, Untung Y, Multamia RMt, “Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik”, 2005, Jakarta: Gramedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: