Mengkritik Dengan Cara Yang Baik

16 Jun

Kritikan merupakan memberikan pendapat yang  “beralasan”, “mempertimbangan nilai”, “menginterpretasi”, atau “pengamatan”. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang pengikut pendirian yang berselisih dengan atau menentang objek kritikan . Kritikan sering dianggap sebagai penghinaan dan juga pukulan telak dan harus ditolak keras. Namun,  sekarang hal tersebut telah berlalu dan tak berlaku lagi, karena kita tengah berada di era demokrasi. Era dimana kita diberikan ruang yang cukup luas untuk menyampaikan kritik, saran, ketidak puasan dan apa pun yang semuanya sudah dilindungi oleh undang-undang.

Kebebasan bersuara itu terkadang menjadi suatu masalah karena sering kali kita kebablasan dalam menyikapi kebebasan yang sudah diberikan dan ruang yang disediakan itu. Hal inilah yang terkadang mengundang perselsihan dan pertengkaran antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu. kita harus mengetahui  beberapa hal untuk mengkritik seseorang, antara lain:

  1. Memahami dan menguasai permasalahan yang akan dikritik terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari semua informasi yang berhubungan dengan hal tersebut, sehingga kesalahpahaman tidak akan terjadi.
  2. Memperhatikan cara atau sikap saat mengkritik. Hal ini menggambarkan bagaimana cara kita ketika mengkritik.  Cara yang baik saat mengkritik adalah menggunakan cara yang santun dan baik.  Selain itu,  jangan sampai kamu menyampaikan kritik secara emosional serta gunakanlah bahasa yang baik dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  3. Menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.  Situasi dan kondisi yang dimaksud adalah dengan memperhatikan mood/suasana hati orang yang akan dikritik. Hal ini  dilakuka agar tidak menyimpan rasa dendam dan pperselisihan atara kedua belah pihak. Selain itu, kritikan yang diberikan juga bukanlah kritik yang pedas, apalagi hal tersebut dilakukan di hadapan orang lain apalagi orang banyak.  Cara tersebut akan mebaut malu orang tersebut, meimbulkan rasa dendam,dll. Ini bukanlah cara yang etis, seharusnya cara penyampaian kritikan haruslah dengan cara yang baik.
  4. Memberikan kritikan yang tidak bersifat pribadi. Kritikan yang diberikan harus pada perbuatan orang tersebut, bukan orangnya.Di sinipun, sekali lagi, Anda bisa menghindari ego orang lain, dengan mengkritik tindakan atau peri lakunya, bukan pribadinya. Bagaimanapun juga, Anda menaruh perhatian pada tindakannya.
  5. Jika orang/lembaga yang kamu kritisi/ kritik mau merubah diri atau melakukan apa yang kita sarankan, jangan sekali-sekali kamu merasa berjasa atau memiliki andil atas perubahan tersebut. Selain menimbulkan rasa ujub/ takabur, hal tersebut juga menunjukan secara tidak langsung bahwa diri andalah yang sesungguhnya harus dikritik.
  6. Jangan lupakan yang namanya ‘niat’ baik, ketika kamu mengkritisi atau memberi saran kepada orang lain niatkan sebagai ibadah. Dengan adanya niat yang baik, maka kritikan yang diberikan akan bersifast membangun bukan menjatuhkan seseorang.
  7. Mengakhiri dengan cara bersahabat.  Jangan meninggalkan apa saja dalam keadaan menggantung di udara, untuk dibahas kemudian hari. Selesaikanlah sekarang juga. Kuburkan masalah itu. Berikanlah orang lain tepukan di punggung, jabat tangan atau tersenyum. Akhiri dengan kenangan baik.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: