Kalimat

7 May

Pengertian Kalimat

Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang  lengkap. Kalimat adalah  satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan (http://id.wikibooks.org). Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

.

Unsur – Unsur  Kalimat

1. Subjek

Subjek merupakan bagian kalimat yang menunjukkan  pelaku/masalah. Biasanya berupa kata benda/frasa (konkret/abstrak) yang merujuk kepada benda. Selain itu, subjek akan dapat menjawab suatu pertanyaan dengan menggunakan kata tanya : apa dan siapa.

Contoh:

Beckham sedang bermain bola.

S

Siapa yang sedang bermain bola?  Beckham.

2. Predikat

Predikat merupakan bagian kalimat yang akan memberitahukan  tindakan/keadaan dari subjek yang biasanya berupa kata/frasa. Predikat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dengan kata tanya mengapa dan bagaimana.

Contoh:

Beckham sedang bermain bola.

S                         P

Bagaimana Beckham? Sedang bermain.

3. Objek

Objek merupakan bagian kalimat yang melengkapi predikat yang biasanya berjenis nomina, frasa, dan klausa. Objek dapat diubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan (dirubah dari aktif menjadi pasif).

Contoh:

Bola sedang dimainkan oleh Beckham.

S           P (pasif)                    O

4. Pelengkap

Pelengkap juga bagian kalimat yang melengkapi predikat. Biasanya berjenis kata/frasa nominz, frasa adjektiva dan frasa preposisional.

Contoh:

Dia mengambilkan ayahnya air minum.

S              P                   O              Pel

5. Keterangan

Keterangan merupakan bagian kalimat yang akan menerangkan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).

Contoh:

Ayah mengikuti seminar di Inggris.

S             P            O             K

Macam-macam konjungsi:

1. Alat               :  dengan+gunting

2. Waktu           : di, ke, dari

3. Tujuan          : supaya, bagi, untuk, demi, …

4. Cara              : dengan hati-hati, dengan…

5. Penyertaan   : dengan ibu

6. Penyebab     : karena, oleh karena itu, sebab, oleh sebab itu

7. Saling           : satu sama lain…, saling…

.

Pola Dasar Kalimat

Pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia dapat ditentukan sebagai berikut:

1. KB + KK  → Kata Benda + Kata Kerja

Contoh:  Romeo belajar.

2. KB + KS →  Kata Benda + Kata Sifat

Contoh:  Dokter itu ramah.

3. KB + KBil → Kata Benda + Kata Bilangan

Contoh: Harga sepatu itu delapan puluh lima ribu.

4. KB + (KD + KB) → Kata Benda + (Kata Depan + Kata Benda)

Contoh: Dia di kantor.

5. KB1 + KK + KB2 → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2

Contoh: Becks bermain bola.

6. KB1 + KK + KB2 +KB 3  → Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2

Contoh: Paman mencarikan kakak pekerjaan.

7. KB1 +KB2 → Kata Benda1 + Kata Benda2

Contoh:  Rohan peneliti.

.

Jenis-Jenis Kalimat

1. Berdasarkan pengucapan : Kalimat langsung dan tidak langsung.

2. Berdasarkan jumlah frasa (struktur gramatikal): Kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

3. Berdasarkan isi atau fungsinya: Kalimat berita, tanya, perintah dan seruan.

4. Berdasarkan unsur : kalimat lengkap dan kalimat tak lengkap.

5. Berdasarkan susunan S-P: Kalimat versi dan kalimat inversi.

6. Berdasarkan bentuk gayanya (retorikanya): kalimat yang melepas, kalimat yang klimaks, dan kalimat yang berimbang.

7. Berdasarkan subjeknya: Kalimat aktif dan kalimat pasif.

(Lihat selengkapnya)

.

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang menyampaikan pikiran dan perasaan penulisnya dengan jelas kepada pembaca. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang dimaksud penulis /pembicara. (Lihat selengkapnya ‎)

.

* Penjelasan Subjek dan Predikat (klik di sini)

About these ads

4 Responses to “Kalimat”

  1. ritha October 1, 2010 at 8:11 am #

    minta contoh wacana kalimat perintah lngsung lakh…
    lieur yeuh mh teu paruguh…
    huuuh

    • freezcha October 7, 2010 at 6:09 am #

      Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang, biasanya ditandai dengan tanda petik ( “….” ).
      Contoh : Ibu berkata, “Ayu, jangan bermain-main saja, kamu harus belajar !”.

Trackbacks/Pingbacks

  1. b.indonesia | fitrini - December 9, 2010

    [...] – Jenis Kalimat Pengertian dan apa itu kalimat sudah dibahas sebelumnya (klik di sini) . Berikut ini adalah jenis-jenis kalimat yang dapat digolongkan ke dalam beberapa [...]

  2. Pola Kalimat Dasar « My Bloggue - December 26, 2011

    [...] http://freezcha.wordpress.com/2010/05/07/kalimat/ [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: