Diagram Use Case

18 Apr

Diagram use case menggambarkan kelakuan sistem, subsistem atau suatu class sebagaimana   dengan   yang   terlihat   oleh   pengguna   dari   luar. Diagram use case juga menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem, yang ditekankan adalahb”apa” yang diperbuat oleh sistem, dan bukan “bagaimana”. Diagram ini akan memperihatkan hubungan interaksi antara himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

Diagram use case terdiri dari beberapa  komponen, yaitu:

-  Actor

Actor adalah perwakilan dari orang luar, proses atau hal yang berinteraksi dengan  sistem,  subsistem  ataupun  class.  Tiap  actor  berpartisipasi  dengan satu   atau   lebih   use-case.   Actor   berpartisipasi dengan use-case  dengan pertukaran pesan. Actor dapat digambarkan seperti Gbr 1.

-  Use Case

Use-case merupakan  lingkupan  sistem  yang mengidentifikasikan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh sistem.  Use-case berguna untuk menggambarkan suatu kelakuan dari sistem tanpa mengungkapkan struktur internal dari sistem tersebut. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dll.

-  Realationship

Relatioship berguna untuk menggambarkan hubungan antar aktor dan use- case dalam sistem. Di dalam diagram use case ada beberapa bentuk relationship, yaitu:

*   Association, berfungsi sebagai jalur komunikasi  antar  actor dengan use case yang saling berpartisipasi. Association dapat dinotasikan dengan gambar garis lurus, seperti berikut ini:

External, berfungsi untuk menambahkan kelakuan tambahan ke dalam use case dasar  yang tidak tahu menahu tentang hal tersebut. Relationship dapat digambarkan dengan notasi berikut:

Use case Generalization, menggambarkan hubungan antara use case umum dengan use case yang lebih spesifik yang mewarisi dan menambah fitur terhadapnya. Relationship jenis akan digambarkan dalam bentuk notasi seperti berikut ini:

Include. Ini merupakan penambahan  kelakuan tambahan ke dalam use case dasar yang secara eksplisit menjelaskan penambahannya.

<  extend   >

Gbr6.  Notasi extend

Diagram Use Case berguna dalam tiga hal :
• Menjelaskan fasilitas yang ada (requirements). Use Case baru selalu menghasilkan fasilitas baru ketika sistem di analisa, dan design menjadi lebih jelas.
• Komunikasi dengan klien. Penggunaan notasi dan simbol dalam diagram Use Case membuat pengembang lebih mudah berkomunikasi dengan klienkliennya.
• Membuat test dari kasus-kasus secara umum. Kumpulan dari kejadian-kejadian untuk Use Case bisa dilakukan test kasus layak untuk kejadian-kejadian tersebut.

Contoh Diagram Use Case:

Gbr7. Diagram Use Case pada penjualan DVD

Pada contoh diagram use case di atas, ada terdapat 3 aktor, yaitu: penjaga toko, petugas stok, dan petugas keuangan. Sedangkan, use case-nya ada terdapat 5 buah yaitu: entry permintaan, hitung stok barang, buat laporan, view permintaan, dan hitung penjualan.
Penjaga toko akan melihat dan mencatat berapa banyak permintaan VCD dan membuat laporannya. Petugas Stok akan menghitung jumlah stok barang VCD) yang masih ada dan membuat laporannya. Sedangkan petugas keuangan akan menghitung berapa hasil penjualan dari VCD dan membuat laporan hasil penjualan tersebut.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: